Di bulan Ramadlan, PC pergunu Badung akan menggelar santunan anak yatim dan do’a bersama untuk Indonesia

Ramadlan 2018 yang disambut dengan beberapa aksi terorisme di beberapa daerah di tanah air menimbulkan keprihatinan yang mendalam di kalangan para guru bintang sembilan. Aksi intoleran yang mengesankan dilatarbelakangi motif agama ini telah melahirkan ketakutan, kehawatiran dan kecemasan seluruh masyarakat Indonesia.  Hal ini diperparah lagi oleh maraknya berita hoax yang menginformasikan beberaa tempat sebagai target bom bunuh diri yang semakin membuat masyarakat Indonesia resah khususnya masyarakat yang ada di Bali. Keresahan masyarakat yang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tak kunjung terobati karena belum adanya jaminan keamanan dari aparat keamanan.  Hal ini mengetuk PC pergunu Badung untuk menyelenggarakan acara do’a bersama dan santunan anak yatim.  Umi Nadliroh (sekretaris PC Pergunu Badung dan Sekretaris panitia) menjelaskan bahwa acara do’a bersama penting dilaksanakan untuk membangun rasa aman seluruh masyarakat dengan cara berdo’a untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta serta membangun keyakinan bahwa semua yang terjadi adalah kehendak sang pencipta,  sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu merasa resah dan takut terhadap ancaman terorisme dengan tetap harus menjaga kewaspadaan dan membangun  koordinasi dengan aparat keamanan.  Sementara santunan anak yatim yang juga dilaksanakan berbarengan dengan do’a bersama untuk Indonesia dimaksudkan untuk tetap menjaga keerdulian masyarakat kepada anak yatim serta diharapkan akan dapat mengurangi musibah yang dialami oleh bangsa ini.  Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2018 ini rencananya akan memberi santunan 50 anak yatim dan juga 20 fakir miskin dan dianggarkan akan menelan biaya 50 juta.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *