Hanya Konferwil Luar Biasa yang bisa menghentikan tangan besi mr. Beres

Forum silaturrahmi dan Muhasabah yang diselenggarakan PW Pergunu Bali hanya dijadikan ajang melampiaskan kenarahan Jumari atau yang lebih dikenal dengan mr. Beres. Forum yang seharusnya dilaksanakan penuh kekeluargaan,  berujung dengan keputusan memberhentikan Ispandi dan Sritama sebagai pengurus PW pergunu Bali. Ispandi yang ditemui setelah pertemuan itu menjelaskan bahwa pada dasarnya dia tidak keberatan dengan pemberhentian dirinya,  karena menurutnya kepemimpinan Jumari cenderung tidak memiliki orientasi yang jelas dan kekanak-kanakan.  Menurutnya juga,  mr.  Beres adalah tipikal pemimpin yang masih kekanak-kanakan dan cenderung menjadikan orang lain sebagai pembantu yang tidak boleh berbeda apalagi menentang spendapatnya.  Ispandi juga menuturkan bahwa kepemimpinan Jumari yang kekanak-kanakan ini juga sangat membahayakan,  karena menggunakan tangan besi untuk menghabisi orang-orang yang tidak mematuhinya atau berani berbeda pendapat dengan dirinya.  Dia mencontohkan bahwa di tahun 2017 orang pertama yang dia habisi adalah Margiyanto mantan sekretaris PW pergunu yang difitnah sebagai orang Muhammadiyah. Begitu juga dengan alasan pemberhentian Sritama dan  Ispandi Yang lebih dilatarbelakangi kritisime keduanya.  Ispandi menambahkan bahwa apabila ingin menyelamatkan warga Pergunu yang potensial dan juga menyelamatkan organisasi maka harus diselenggarakan Konferwil Luar Biasa. Karena sudah mafhum dikalangan internal bahwa mr. Beres ini memang anti kritik, ketika dikritik karena organisasi stagnan dia selalu menyatakan ingin mundur,  ketika dikritik karena lemah koordinasi dan lainnya maka dia akan lebih mengorbankan yang mengkritik dengan cara melakukan agitasi dan pembunuhan karakter.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *